China menumpuk lebih banyak tekanan setiap tahunnya

China menumpuk lebih banyak tekanan setiap tahunnya – Bulan lalu, Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI) telah mengidentifikasi lebih dari 380 “fasilitas penahanan yang dicurigai” di wilayah Xinjiang. China diyakini telah menahan lebih dari satu juta orang Uighur dan penduduk yang sebagian besar berbahasa Turki Muslim.

Di AS, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-Undang pada akhir September yang bertujuan untuk melarang impor dari Xinjiang, dengan alasan pelanggaran terhadap orang Uighur begitu meluas. Sehingga, semua barang dari wilayah tersebut harus dianggap dibuat dari tenaga kerja budak.

Para diplomat Barat menuturkan China menumpuk lebih banyak tekanan setiap tahunnya untuk menghalangi negara-negara anggota PBB menandatangani pernyataan semacam itu. China juga mengancam akan memblokir pembaruan misi penjaga perdamaian untuk beberapa negara atau mencegah negara lain membangun fasilitas kedutaan baru di Negeri Tirai Bambulain dikutip forbes.com.

Sebelumnya pada Senin (5/10), China memimpin 26 negara dalam deklarasi bersama untuk mengakhiri sanksi AS yang melanggar HAM dalam perjuangan memerangi pandemi virus corona. (HMP)

Di antara 39 negara penandatangan meliputi AS, sebagian besar negara anggota UE termasuk Albania dan Bosnia, Kanada, Haiti, Honduras, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

“Kami menyerukan kepada China untuk menghormati HAM, terutama hak orang-orang yang termasuk dalam agama dan etnis minoritas, terutama di Xinjiang dan Tibet,” kata Duta Besar Jerman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Christoph Heusgen, yang memimpin inisiatif dalam pertemuan tentang HAM seperti mengutip AFP.

“Kami sangat prihatin tentang situasi HAM di Xinjiang dan perkembangan terkini di Hong Kong,” kata deklarasi itu.