IPW bertanya bahwa tubuh brigadir akan menjadi otopsi lagi sehingga kasingnya menjadi mengkilap

IPW bertanya bahwa tubuh brigadir akan menjadi otopsi lagi sehingga kasingnya menjadi mengkilap

Kembali-otopsi pada tubuh Brigade Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J atau Brigpol adalah harapan presiden Watch Polisi Indonesia (IPW) Sugeng Teguh Santoso. Menurutnya, ini harus dilakukan untuk kepentingan Bonus New Member Di Depan penyelidikan polisi ke polisi di markas polisi Propam, Inspektur Jenderal Ferdy Sambo.

“Menurut informasi investigasi yang telah terjadi, informasi tersebut belum terlihat pada aksi otopsi Brigpol, dan IPW mengharapkan tim gabungan re-autopsie di tubuh Brigpol dengan membongkar makam Brigpol di sana dengan tujuan menyelidiki/menyelidiki bisnis, “Sugeng mengatakan kepada jurnalis pada hari Jumat (15/15/2022).

Sugeng mengatakan otopsi dengan tubuh Brigadir J juga merupakan upaya untuk membuat kasus ini brilian. Menurutnya, hasil otopsi terbuka juga akan menjawab pertanyaan publik.

Menurut informasi sementara dari tim di media, ada perbedaan; Apakah tim mengeksplorasi dokumen Ver (Visum dan Repertum) yang sudah ada? Dokter Medico-Legal yang membuat otopsi? “, Dia berkata.

“Di Re-Autopsia, IPW meminta tim gabungan melalui dokter peradilan untuk mengeksplorasi cedera di bibir, apa yang terjadi pada hidungnya?” dia menambahkan.

Kepala Polisi Nasional membentuk tim khusus

Insiden polisi yang membunuh Brigadir J tampil di Inspektur Jenderal Dewan Kepolisian Kadiv Propam Ferdy Sambo di Kompleks Kepolisian Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jakarta Selatan). Kepala Kepolisian Nasional, Listyo Sigit Prabowo umum, melatih tim khusus untuk menyelidiki kasus ini.

Akibatnya, saya membentuk tim khusus yang dipimpin oleh Pak Wakapolic, Mr. Irwasum, lalu ada Pak Kabareskrim, Pak Kabik (Kabintelkam), maka ada juga SDM Amerika, karena memang, beberapa di antaranya harus terlibat, termasuk fungsi dari tersebut dari Fungsi fungsi fungsi provos dan paminasi, “kata Jenderal Sigit di markas Kepolisian Nasional pada hari Selasa (12/7).

Komnas Ham dan Kompolna juga termasuk dalam tim khusus. Dia telah memastikan bahwa proses investigasi, investigasi tentang hasil yang terkait dengan kasus yang seharusnya dikeluarkan secara transparan dan berkala untuk menanggapi keraguan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.