Tag Archives: Vaksin

Sektor-sektor yang kemungkinan besar akan tetap berada di bawah tekanan

Sektor-sektor yang kemungkinan besar akan tetap berada di bawah tekanan – Mengenai prospek peringkat, Dimitrijevic mengatakan: “Jika situasi menjadi normal lebih awal … itu memungkinkan kami untuk menstabilkan beberapa pandangan (negatif) ini lebih awal, dan memungkinkan beberapa kredit di ujung bawah spektrum untuk menghindari kemerosotan lebih lanjut di kualitas kredit, “katanya, mengacu pada pemotongan peringkat.

“Tapi kami akan mengambil keputusan tentang perusahaan dengan pendekatan perusahaan dan beberapa industri dan geografi mungkin masih mengalami tekanan kredit yang signifikan sampai situasi sepenuhnya normal, yang bisa berlangsung hingga 2022 atau nanti untuk beberapa.”

Sektor-sektor yang kemungkinan besar akan tetap berada di bawah tekanan paling besar termasuk properti komersial dan transportasi umum massal karena orang tetap bekerja dari rumah dikutip nytimes.com. Maskapai penerbangan yang mengandalkan perjalanan bisnis dan beberapa bagian dari sektor rekreasi cenderung kesulitan juga.

Tantangan tersebut, seperti produksi massal dan distribusi, berarti terlalu dini untuk membuat peringkat atau prakiraan ekonomi berubah.

Perkiraan terbaru S&P pada bulan September memperkirakan vaksin akan tersedia secara luas pada pertengahan 2021 dan mendorong kenaikan 5,3% dalam pertumbuhan global tahun depan. Namun, sejak itu, penyebaran virus yang cepat telah memaksa lebih banyak negara kembali ke lockdown.

“Jika kita semua divaksinasi pada musim semi, itu pasti bagus untuk pertumbuhan dan untuk perusahaan, tetapi masih banyak tantangan untuk mencapainya.” Kata Dimitrijevic. “Lebih cepat (vaksin tersedia secara luas), lebih baik”.

Pengadaan vaksin pun dinilai merupakan upaya ikhtiar mencegah penyakit

Pengadaan vaksin pun dinilai merupakan upaya ikhtiar mencegah penyakit – Nah ini kan preventif, ada perintah agama supaya kita menjaga kesehatan. Jadi masa sehat harus kita persiapkan mencegah terjadinya sakit. Jadi itu dalil imunisasi,” ujar Ma’ruf mempertegas.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin. Tim ini diharapkan melakukan persiapan, pendayagunaan, peningkatan kapasitas serta kemampuan nasional dalam mengembangkan vaksin. Pelaksanaannya dipimpin Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman bekerjasama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset dan Teknologi.

Ma’ruf meminta masyarakat memberi dukungan kepada pemerintah dari tahapan persiapan hingga vaksinasi. Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh berita-berita bohong yang disebarkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab dikutip cnbc.com.

Ma’ruf memastikan bahwa vaksin yang akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia itu telah melalui beberapa tahap uji klinis. Pengadaan vaksin pun dinilai merupakan upaya ikhtiar mencegah penyakit.

“Berobat itu ada dua macam, ada yang kuratif dan preventif. Kalau kuratif sudah terjadi diobati. Lalu preventif itu sebelum terjadi,” lanjut Ma’ruf.

“Masyarakat bisa mengikuti informasi-informasi melalui keterangan resmi yang disampaikan pemerintah. Jangan percaya informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya,” katanya.

Karena tidak tegas menyatakan Vaksin itu halal, maka tidak ada kepastian masyarakat yang berpegang pada ajaran Islam bisa menerimanya

Pengadaan Vaksin itu Bisnis Besar Taipan

Pengadaan Vaksin itu Bisnis Besar Taipan – Pemerintah Indonesia tengah melakukan tahap finalisasi pembelian tiga vaksin corona dari beberapa perusahaan vaksin di China.

Ketiga vaksin China tersebut di antaranya Sinovac, Sinopharm dan CanSino, dikatakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto telah menyelesaikan uji klinis fase 3 di sejumlah negara.

Tim finalisasi pembelian vaksin tersebut terdiri dari Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Kementerian Maritim dan Investasi, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan BPOM dikutip forbes.com.

“Bahkan, vaksin ini sudah digunakan di negara asalnya,” kata Yuri dalam jumpa pers daring yang ditayangkan Kompas TV, Senin (19/10/2020).

“Tujuannya, kita mencari vaksin yang bisa digunakan secara aman untuk penduduk kita. Aman dalam dua perspektif, dari sisi manfaat terhadap pencegahan untuk menjadi sakit karena Covid dan aman dari sisi kehalalan,” jelas Yuri.

Dari ketiga vaksin corona China yang melakukan uji klinis yang dilakukan di luar negara asalnya, salah satunya Sinovac dilakukan di Indonesia.

Vaksin Sinovac, kata Yuri, telah menyelesaikan uji klinis fase 3, selain di China juga di Brasil.

“Sedangkan di Indonesia, baru akan selesai pada Desember ini, yang dilaksanakan di Bandung oleh Bio Farma dan Unpad (Universitas Padjajaran),” ungkap Yuri.

Sementara itu, akademisi yang juga mantan Eselon 1 Kemenko Maritim dan Eselon 1 Kemenko Ekuin, Ronnie Higuchi Rusli punya pandangan lain terkait rencana pembelian vaksin tersebut.

Melalui akun Twitternya, @Ronnie_Rusli, dosen Universitas Indonesia tersebut menyatakan, pengadaan vaksin merupakan bisnis besar oleh kalangan tertentu.

Ia membuka pandangan tentang sistem impor vaksin yang menurutnya hanya dilakukan oleh importir, bukan pemerintah.

“Catat, vaksin itu bisnis besar para taipan yang gelontorin duitnya untuk impor, bukan uang dari Anggaran Kemenkes untuk Impor Vaksin. Karena Kemenkes bukan importir obat/vaksin. Jadi para importir itulah yang pakai tangan pemerintah untuk wajib vaksinasi. Kalau mau, liat Singapore dan Brunei,” tulis Ronnie dikutip Wartakotalive.com, Rabu (21/10/2020).